BisnisDaerahEkonomiKesehatanNasional

NTT Mart Tumbuh, OVOP Bergerak: Gubernur Melki Laka Lena Paparkan Hasil Nyata Dasa Cita

×

NTT Mart Tumbuh, OVOP Bergerak: Gubernur Melki Laka Lena Paparkan Hasil Nyata Dasa Cita

Sebarkan artikel ini

TEROPONGNEWS.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena memaparkan capaian nyata 10 bulan kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma dalam menjalankan program Dasa Cita. Salah satu hasil paling menonjol adalah pertumbuhan NTT Mart dan pergerakan program One Village One Product (OVOP) yang kini melibatkan puluhan produk unggulan dan ratusan UMKM.

Paparan tersebut disampaikan Melki Laka Lena saat coffee morning bersama wartawan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (19/12/2025) pagi.

“Hingga saat ini sudah ada 44 produk unggulan OVOP dan 150 UMKM yang kita dorong masuk pasar. Ini bukti ekonomi berbasis komunitas benar-benar bergerak,” ujar Melki yang didampingi Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma. 

Sebagai etalase pemasaran produk lokal, Pemerintah Provinsi NTT telah membangun sembilan unit NTT Mart yang tersebar di Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Belu, Ende, Sikka, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Rote Ndao. Dua unit tambahan direncanakan segera menyusul di Manggarai Timur dan Manggarai Barat.

Melki menegaskan, NTT Mart dirancang sebagai pasar resmi UMKM daerah. Ia bahkan menargetkan seluruh 22 kabupaten/kota di NTT memiliki NTT Mart.

“Saya minta kalau memungkinkan, akhir tahun ini NTT Mart sudah berdiri di semua kabupaten dan kota sebagai pasarnya UMKM NTT,” tegasnya.

Untuk memperkuat rantai ekonomi lokal, Pemprov NTT juga membangun Dapur Flobamorata di Kupang guna mendukung gerakan Beli NTT. Saat ini, pembangunan dapur tersebut baru mencapai sekitar 60 persen.

“Kalau sudah 100 persen, dapur ini akan menjadi rebutan dan peluang besar bagi masyarakat NTT,” kata Melki.

Pada kesempatan itu, Melki kembali menegaskan komitmen pemerintah provinsi menggerakkan ekonomi dari hulu ke hilir melalui program “dari ladang dan laut ke pasar”.

“Kami memastikan potensi NTT bisa masuk pasar dengan kualitas baik, harga terjamin, dan mampu bersaing,” ujarnya.

Selain penguatan ekonomi komunitas, Dasa Cita kedua dijalankan dengan menempatkan pemuda dan perempuan sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Melalui berbagai pelatihan di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, generasi muda dan perempuan didorong menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi daerah.

Sementara itu, sektor pariwisata sebagai Dasa Cita ketiga terus dikembangkan sebagai penggerak ekonomi lokal. Berbagai event digelar, antara lain Tour de NTT yang melibatkan 80 pembalap dari 13 negara, Kupang Exotic Run, Kupang Exotic Festival, serta agenda Exotic NTT lainnya.

“Ini memang baru pertama kali dilakukan, persiapannya belum optimal, tapi respons dan apresiasi masyarakat sangat baik. Ke depan akan kita perbaiki,” ungkap Melki.

Pada Dasa Cita keempat, Pemprov NTT memfokuskan perhatian pada kesejahteraan masyarakat melalui jaminan sosial. Pemerintah mengalokasikan dana, termasuk dari pajak rokok, untuk membantu warga kurang mampu mengikuti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selain itu, sebanyak 100 ribu pekerja bukan penerima upah yang rentan telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Jika mengalami kecelakaan kerja akan ditanggung sampai sembuh. Jika meninggal dunia, santunan Rp25 juta diberikan, bahkan anaknya bisa mendapat beasiswa hingga lulus S1,” jelas Melki.

Program lain dalam Dasa Cita meliputi penanganan stunting melalui pelatihan kader posyandu, pembangunan 10 sekolah vokasi berasrama, penguatan infrastruktur jalan dan air bersih, listrik gratis di wilayah belum teraliri, program rumah layak huni, hingga reformasi birokrasi melalui Meja Rakyat dan percepatan digitalisasi.

Melki juga menyampaikan target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTT hingga Rp2,8 triliun pada 2026, naik signifikan dari target 2025 sebesar Rp1,4 triliun.

Terakhir, Dasa Cita kesepuluh menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk media massa, serta perhatian serius pada isu perlindungan perempuan dan anak di NTT.

Coffee morning tersebut turut dihadiri Plt Sekda NTT Flori Rita Wuisan, para pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT, dan dipandu Karo Administrasi Setda NTT Prisila Q. Parera.



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!