Hukum

Indikasi Sembunyikan Barbuk Garam Impor, Dirdik Jampidsus Bungkam

×

Indikasi Sembunyikan Barbuk Garam Impor, Dirdik Jampidsus Bungkam

Sebarkan artikel ini
Gedung Bundar Kejaksaan Agung.

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Buntut dugaan disembunyikannya barang bukti berupa garam impor industri milik 21 perusahaan importir garam oleh penyidik pidana khusus Kejaksaan, membuat Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaiman Nahdi, bungkam saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).

Perlu diketahui penanganan perkara korupsi garam impor industri yang dilakukan penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung diduga tidak hanya melibatkan PT Sumateraco Langgeng Makmur (SLM) saja, akan sedikitnya melibatkan 21 perusahaan importir garam industri lainnya.

Sebab, sumber media ini menyebutkan, bahwa penyidik Pidsus Kejagung telah menggeledah dan menyita garam impor industri seperti di Jakarta, Jawa Timur yaitu Surabaya, Gresik Sidoarjo dan Pamekasan maupun di wilayah Jawa Barat yakni Cirebon, Bandung dan Sukabumi.

“Untuk di Surabaya penggeledahan dan penyitaan dilakukan di CV. Firma Sariguna dan CV. Usaha Baru berlokasi di Surabaya, PT. NGC (Bandung Barat) dan PT. GSB dan CV. MSGB (Sukabumi),” ucap sumber, Minggu (18/1/2025).

Kemudian ia berujar, “Terakhir, di Kantor Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) serta APL Tower-Central Park,” terangnya.

Masih kata sumber, untuk pihak importir garam yang telah diperiksa antara lain, W selaku Sales Manager PT. Susanti Megah.

“Kemudian para direksi PT. SM, Direktur Administrasi dan Keuangan Hestuti Santoso, Direktur Operasional Harijanto Santoso dan Direktur Administrasi Hendra Santoso,” bebernya.

Tak ketinggalan Direktur PT. Garindo Sejahtera Abadi (GSA) dan Pengawas Produksi PT. GSA inisial AET, turut diperiksa dan PT. Susanti Megah serta PT. GSA bersama lima importir garam lain, 2019 sempat diperiksa oleh KPPU terkait Kartel Perdagangan Garam, 2015 -2016.

Lima lainnya, PT. Niaga Garam Cemerlang, PT. Unicerm Candi Indonesia,PT. Cheetam Garam Indonesia dan PT Budiono Madura Persada dan PT Sumatraco.

“Tapi kenapa hanya direksa PT Sumatraco Langgeng Sumatra saja yang diadii. Importir garam lainnya tidak pernah terungkap ke publik,” gugat sumber. ***



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!