Hukum

Saiful Tanpa Kepastian Soal Dana Rp360 Juta Diduga Kena Tipu Arif

×

Saiful Tanpa Kepastian Soal Dana Rp360 Juta Diduga Kena Tipu Arif

Sebarkan artikel ini
Saiful Rahman mendatangi sebuah rumah di Dusun Masjid, Desa Pakuniran, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Rumah tersebut disebut milik Arif (Dokpri)

Probolinggo, TERPOTONGNEWS.COM – Ketukan pintu itu tak pernah mendapat jawaban. Seorang warga Pakuniran mengaku kehilangan Rp360 juta setelah mengikuti tawaran kerja sama talangan pelunasan nasabah Pegadaian yang disebut dijanjikan keuntungan besar.

Kamis (11/6/2026) sore, Saiful Rahman kembali mendatangi sebuah rumah di Dusun Masjid, Desa Pakuniran, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Rumah tersebut disebut milik Arif, pria yang sebelumnya menawarkan kerja sama talangan pelunasan nasabah Pegadaian di wilayah Jabung, Kecamatan Paiton.

Dengan wajah penuh harap, Saiful beberapa kali mengetuk pintu sambil mengucapkan salam. Namun suasana rumah tetap sepi tanpa respons dari dalam.

“Saya datang ke rumahnya untuk menagih uang yang dipinjam. Sudah mengetuk pintu sampai tiga kali sambil mengucapkan salam, tetapi tidak ada yang menemui maupun membuka pintu,” ujar Saiful kepada awak media.

Menurut Saiful, persoalan itu bermula ketika Arif menawarkan kerja sama yang disebut berkaitan dengan talangan pelunasan nasabah Pegadaian. Dalam tawaran tersebut, Arif disebut meminta bantuan dana sementara untuk membantu proses pelunasan nasabah sebelum dana pencairan keluar.

Saiful mengaku sempat diyakinkan bahwa kerja sama itu aman dan memiliki keuntungan pasti setelah proses pencairan selesai dilakukan.

“Awalnya dia menawarkan kerja sama dan menjanjikan keuntungan. Karena percaya, saya membantu mencarikan dana. Total uang yang belum kembali sekitar Rp360 juta,” katanya.

Dana tersebut, lanjut Saiful, berasal dari dirinya pribadi yang ikut membantu setelah mendapat keyakinan bahwa proses kerja sama berjalan lancar. Ia mengaku percaya karena Arif disebut-sebut telah lama menjadi broker atau perantara nasabah Pegadaian di wilayah Jabung, Kecamatan Paiton.

Meski demikian, informasi mengenai aktivitas tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Seiring waktu berjalan, dana yang dijanjikan kembali disebut tak kunjung dibayarkan. Saiful mengaku telah berulang kali mencoba meminta kejelasan, baik dengan mendatangi rumah Arif secara langsung maupun menghubungi lewat telepon.

Namun upaya itu disebut selalu menemui jalan buntu.

“Sudah beberapa kali saya datang ke rumahnya, tetapi tidak pernah ditemui. Bahkan nomor telepon saya juga diblokir. Tiga nomor milik Arif yang saya hubungi sekarang sudah tidak aktif,” ungkapnya.

Saiful menyebut komunikasi terakhir dengan Arif terjadi sekitar awal Mei 2026. Saat itu, Arif masih memberikan alasan bahwa dana dari pihak Pegadaian belum cair sehingga pembayaran belum bisa dilakukan.

Setelah komunikasi tersebut, Saiful mengaku tidak lagi mendapatkan kepastian apa pun. Kondisi itu membuat dirinya mulai kehilangan harapan penyelesaian secara kekeluargaan.

Ia kini mempertimbangkan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum apabila dalam waktu dekat tidak ada itikad baik maupun kepastian pengembalian dana.

“Kalau memang tetap tidak ada respons dan tidak ada penyelesaian, saya akan menindaklanjuti persoalan ini melalui jalur hukum,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Arif masih terus dilakukan. Awak media telah mendatangi kediamannya serta mencoba menghubungi tiga nomor telepon melalui pesan WhatsApp, namun pesan yang dikirim masih centang satu dan belum mendapatkan tanggapan dari pihak yang bersangkutan.



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!